Terbaring di tempat tidur karena sakit ternyata ada untungnya juga karena q bisa menghabiskan new moon yang baru q pinjem dari temenku. Well, q berekspektasi tinggi waktu mau baca ini karena jujur q suka banget sama filmnya..tapi sayang q harus sedikit kecewa. Boseeeeeeeeeeeeeeeeen banget baca depannya, sumpah, q mpe nyaris nggak mau nerusin baca..Banyak hal yang bikin q nggak mood..pertama, entah karena keadaanku atau gimana, finally q sadar q nggak suka novel roman..Q akan lebih suka novel lain tapi dibumbui roman..itu akan membuat kisah cinta di buku itu menjadi lebih meaningful..nah, dibuku ini, sepanjang cerita kisah cintaaa mulu..sumpah, q mpe mikir hidup kok dihabisin cuma untuk hal kayak gitu..udah gitu, ceritanya desperate mulu..hmmph..kedua, agak ironis tapi satu alasanku tidak begitu tertarik dengan cerita ini adalah q merasa pernah menulis cerita seperti itu dan q juga pernah mengalami apa yang dialami bela..bener-bener masih fresh dalam otakku.. Q bisa ngerasain gimana ketika Edward ngediemin bela lama lalu ujungnya dia bilang mau pergi dan tidak menginginkan bela lagi..q ngerti gimana perasaan bela setelah Edward pergi dll, bahkan ceritanya dengan Jacob..fuih, q bener-bener nggak pingin inget itu..Ketiga, q kecewa dengan tokoh Edward..Jujur, waktu di film, yang banyak potongannya itu, q melihat dia bener-bener perfect. Dia cowok idaman semua cewek. Meskipun dia begitu sayang sama bela, tapi sikapnya tetep di dalam batas sehingga bikin kita semakin kagum..tapi ketika q baca novelnya yang jelas nggak ada potongannya, q bener-bener jadi tahu Edward dan q malah nggak suka..karena dia keliatan banget lebainya..q sama temenku mpe ketawa ngakak waktu dia bilang ke bela “sebelum kamu datang, aku bagai malam tanpa bintang. Gelap, gulita. Lalu kau datang seperti meteor melintas, dan aku terbakar.”hakhakhak, sumpah, q nggak nyangka banget Stephanie tega milihin kata itu..buatku itu justru menjatuhkan karakter Edward sendiri..Dalam kacamataku, Edward dan Bela nggak lebih buruk daripada Harry Potter dan Cho Chang..keduanya sama-sama vulnerable..q lebih suka Carlisle dan
Titik balik yang membuatku bertahan adalah ketika teka-teki beruang pengacau itu mulai terungkap dan aku salah menebak kelanjutannya..hehe, jadinya q penasaran untuk terus membaca..Afterall, q bisa bilang lumayan lah..Stephanie bisa bikin sebuah ide kisah cinta yang sebenernya simple jadi sesuatu yang beda..Sayang banget dia gagal membangun emosi pembaca justru disaat-saat penting seperti misalnya ketika Bela finally ketemu sama Edward di Itali atau ketika mereka ketemu keluarga Volturi. Endingnya juga kurang nggreget buatku..Ketika q selesai membaca satu seri Harry Potter, q selalu langsung pingin baca buku berikutnya. Tapi kalo ini nggak. Well, q tetep penasaran dengan kisah cinta Edward sama bela, dan q pasti kangen

0 komentar:
Poskan Komentar